Senin, 21 November 2016


DAMPAK DAN PENGARUH MEA TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA


I. PENDAHULUAN
      Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA merupakan salah satu program ASEAN yang telah berjalan sejak akhir tahu 2015. Program ini ditunjuk untuk membentuk sebuah pasar tunggal demi meningkatkan daya saing, menyaingi China juga India, dan menarik investasi asing di kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya MEA, setiap negara di ASEAN dimungkinkan untuk menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi semakin ketat. Program MEA ini dilaksanakan dengan harapan meningkatkan kondisi ekonomi Asia Tenggara, namun karena ketidaksiapan Indonesia menghadapi MEA, program ini memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia dimana penjualan tidak stabil, banyak perusahaan yang tutup dan akhirnya jumlah pengangguran semakin banyak. MEA mengizinkan warga negara lain yang termasuk anggota MEA untuk bekerja di negara tersebut, termasuk Indonesia. Perkenomian negara kita yang belum stabil secara keseluruhan, serta naiknya harga pasar, dan tuntutan untuk menaikkan UMR bagi para pekerja, serta tantangan dari MEA sendiri yang mengharuskan masyarakat Indonesia berkompetensi dalam bidang pekerjaan, serta perusahaan yang memutuskan kontrak kerja secara individu, dan massal membuat ekonomi masyarakat semakin kacau. Banyak karyawan yang akhirnya harus berhenti bekerja karena kalah berkompetensi atau perusahaan yang tidak sanggup lagi membayar para karyawannya. Mengakibatkan masyarakat menjadi kesulitan membeli kebutuhan pangan untuk hidupnya.
II. ISI
Pengertian MEA
MEA adalah bentuk intergrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaan bebas antara Negara-negara bebas antara Negara-negara asean. Inonesia dan Sembilan Negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC)

DAMPAK DIADANYAKAN MEA DI INDONESIA
Terdapat empat hal yang akan menjadi fokus MEA pada tahun 2015 yang dapat
dijadikan suatu momentum yang baik untuk Indonesia. 

1.      Negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan sebuahwilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke Negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.

2.      MEA pun akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan   daya   saing   dan   dinamisme   UKM   akan   ditingkatkan   dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi.

3.      MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection, Intellectual Property Rights (IPR), taxation, dan E-Commerce. Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan yang adil;  terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen; mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta; menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi; menghilangkan sistem Double Taxation, dan; meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.

4.      MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain  itu,  akan ditingkatkan partisipasi  negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut   dilakukan   untuk   meningkatkan   kemampuan   industri   dan   produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global

Perubahan-perubahan Setelah Diadakannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015

1.      Prosedur Bea Cukai Lebih Sederhana

Menurut Tari, Masyarakat Ekonomi ASEAN akan memiliki sistem yang dapat
memantau pergerakan barang dalam perjalanannya ke negara-negara ASEAN.
Tidak hanya itu, izin barang ekspor pun akan lebih cepat. Ini akan menghemat
waktu dan biaya ekspor.

2.      Adanya Sistem Self-Certification

Ini adalah sistem yang memungkinkan pengekspor menyatakan keaslian
produk mereka sendiri dan menikmati tarif preferensial di bawah skema ASEAN-
FTA (Free Trade Area). Tanggung jawab utama dari sertifikasi asal dilakukan
oleh perusahaan yang ikut berpartisipasi dengan menyertakan faktur komersial
dokumen seperti tagihan, delivery order, atau packaging list.
Fungsinya adalah memudahkan pebisnis dalam melakukan ekspansi ke negara-negara anggota ASEAN.

3.      Harmonisasi Standar Produk

Meski masih belum ditetapkan seperti apa standar dari masing-masing jenis
produk, namun ASEAN akan memberlakukan sistem yang meminta masing-
masing industri agar sesuai dengan standar kualitas mereka.
Hingga saat ini, terdapat 7 jenis produk yang menjadi prioritas mereka.

·        - Produk karet
·         -Obat tradisional
·         -Kosmetik
·         -Pariwisata
·         -Sayur dan buah segar
·         -Udang dan budidaya perikanan
·         -Ternak

III. PENUTUP

KESIMPULAN
MEA memiliki tujuan menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi, dengan daya saing ekonomi yang tinggi, pengembangan ekonomi yang merata dan berimbang, serta terintegrasi ecara penuh terhadap perekonomian global. Atas dasar itu, berlangsungnya MEA akan semakin mendorong perekonomian di kawasan ASEAN.  MEA  juga di harap[kan mampu untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian dikawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN.

 SARAN
Dengan perekonomian Indonesia saat ini  sahurusnya pemerintah lebih siap tanggap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN  pada tahun 2015 .disamping itu masyarakat juga harus berkontribusi aktif  dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN selain persiapan dari segi kualitas penduduknyai indonesia juga harus mempersiapkan mental dalam  MEA nanti selain itu yang perlu diperhatikan juga adalah kearifan lokal bangsa indonesia ,dimana dalam era MEA pada tahun 2015 nanti pasti akan bayak budaya-budaya dari bangsa lain yang akan masuk ke indonesia untuk itu masyarakat indonesia perlu membentengi diri dari hala-hal yang dapat membuat kearifan lokal kita luntur salah satunya adalah  dengan memperhatikan ,melestarikan,menjaga budaya atau kearifan lokal milik bangsa kita sebagai identitias Nasinal.


Daftar Pustaka
https://meisaranastasia.wordpress.com/2016/01/15/pengaruh-setelah-berlakunya-masyarakat-ekonomi-asean-mea-2016-terhadap-kesiapan-suatu-negara-kondisi-ekonomi-dan-masyarakat-pemerintah-dalam-suatu-negara-dan-internasional-2/

Minggu, 20 November 2016

Tugas Softskill 2 Pengantar Bisnis



KETERANGAN PROSES - PROSES 

1.      Kedelai direndam dalam air pada ember yang besar selama ± 6 jam. Catatan : Tujuannya agar kedelai lebih lentur sehingga mudah digiling. Selain itu perendaman bertujuan agar mempermudah pemilihan kedelai yang bagus, karena kedelai yang busuk atau layu akan mengambang dengan sendirinya.
2.      Pencucian kedelai menggunakan air mengalir. Pada tahap ini, kedelai yang mengambang dibuang.
3.      Catatan : Saat menggiling, kedelai dimasukkan bersamaan dengan air mengalir yang keluar sedikit demi sedikit supaya mempermudah proses penggilingan.
4.      Kedelai yang sudah halus dimasukkan dalam bak-bak terbuat dari semen yang didalamnya dilapisi stainless dan dibawahnya terdapat tungku untuk selanjutnya direbus. Catatan : Perebusan dilakukan selama ± 40 menit.
5.      Setelah direbus, akan terbentuk seperti bubur kedelai cair. Kemudian dipindahkan ke kain penyaring agar sari kedelai dapat terpisah dari ampasnya. Untuk mempermudah, maka ditambahkan air sambil terus digoyang-goyangkan kain penyaringnya. Ampas tahu akan tetap bertahan dalam kain sementara sari dari kedelai akan ditampung dalam bak.
Catatan : Limbah ampas tahu yang tertahan pada kain disingkirkan tetapi tidak dibuang, sedangkan sari tahu dalam bak akan diolah lebih lanjut untuk menjadi tahu.
6.       
Ø  Sari tahu yang ada dalam bak kemudian akan ditambahkan biang/bibit (air tahu) secara terus menerus sambil perlahan diaduk untuk memisahkan sari kedelai dari air biasa. Penambahan biang/bibit (air tahu) bertujuan agar sari kedelai dalam bak dapat mengendap dan menggumpal dengan baik.
Ø  Proses ini pun memakan waktu ± 20 menit sampai air akan terpisah dari sarinya. Setelah itu air biasa tersebut akan disedot hingga terpisah dari sari kedelai.
Catatan : Air ini tidak selanjutnya dibuang, melainkan digunakan untuk menjadi biang/bibit (air tahu) pada proses diatas.
7.      Setelah sari kedelai menggumpal, gumpalan itulah yang nanti sesudah dicetak akan menjadi tahu. Gumpalan tahu dituangkan dalam kotak cetakan berukuran 60 x 60 cm² dan dibawahnya dialasi kain sutera. Kemudian ditutup. Catatan : Proses ini berfungsi untuk memberi bentuk pada produk tahu yang nantinya dihasilkan sekaligus untuk meniriskan air yang masih tertempel pada sari kedelai tersebut. Lama penyimpanan dalam cetakan ± 15 menit. Setelah tahu padat, penutup dibuka lalu tahu di potong-potong dengan ukuran 4 x 4 cm.
8.      Kemudian tahu yang sudah tercetak tersebut akan direbus di atas tungku selama ± 1 jam. Catatan : Hal ini dilakukan untuk mengurangi kelembekan tahu. Sekaligus untuk menjadikan tahu lebih tahan lama.



Ilustrasi tugas pertama
Nama Anggota :
1.       Karina Rusma Dewi (23216822) sebagai Kasir
2.       Kevin Aprilio (23216853) sebagai Kurir
3.       Muhammad Afrizal Rizki (24216681) sebagai Pembuat Mie
4.       Rido Lintang Yudistira (26216349) sebagai Pembeli 1
5.       Sri Winarti (28216015) sebagai Pelayan
6.       Zaenal Abidin (27216893) sebagai Pembeli 2

Pada suatu hari, Rido (pembeli 1) pergi ke sebuah rumah makan yang bernama “BAKMI SOLO” yang bertempat di belakang Super Indo Kalimalang. Rumah makan tersebut menyediakan jasa terima pesanan via telfon.  Di hari itu juga, Rido (pembeli 1) sudah berjanjian dengan Zaenal (pembeli 2). Rido telah sampai terlebih dahulu, akhirnya Rido pun menghubungi Zaenal yang tak kunjung datang. Akhirnya Zaenal (pembeli 2) datang menghampiri Rido. Mereka disana membahas tentang tugas Akdas yang akan dikumpul minggu depan.
Selang beberapa menit, Sri (pelayan) menghampiri mereka. Dan memberi daftar menu yang sudah disediakan. Lalu Rido & Zaenal memesan dua gelas es teh manis. Selain itu, mereka juga memesan satu menu andalan disana yaitu “MIE AYAM”. Sri (pelayan) pergi menghampiri Afrizal (pembuat mie) dan lalu pergi ke dapur meninggalkan mereka. Saat itu juga Afrizal (pembuat mie) membuat pesanan yang Rido & Zaenal pesan. Dengan mahir, Afrizal (pembuat mie) memasukan mie untuk segera di rebus terlebih dahulu. Lalu dia juga menambahkan bumbu/resep ke mangkok yang akan disajikan nanti. Setelah mie yang Afrizal (pembuat mie) masukan ke dalam panci telah matang, akhirnya Afrizal (pembuat mie) mentiriskan mie tersebut dan menaruh ke mangkok yang sudah diberikan bumbu tadi. Setelah itu Afrizal (pembuat mie) mengaduk mie tersebut supaya tercampur rata dengan bumbu yang diberi diawal tadi. Lalu, tidak lupa Afrizal memberikan ayam sebagai campuran. Akhirnya mie ayam tersebut siap disajikan. 

Selang waktu tersebut, Sri (Pelayan) mengantarkan minuman yang Rido & Zaenal pesan. Dan juga Sri (pelayan) mengambil mie yang siap disajikan untuk dibawa ke meja mereka. Setelah itu Rido & Zaenal menikmati mie ayam yang dia pesan. Setelah mereka menghabiskan mie ayam itu. Mereka bergegas membayar ke kasir lalu pulang. Karina (kasir) yang bertugas sebagai kasir menerima uang dari mereka. Lalu mengembalikan uang kembalian mereka. Tak lama, Karina (kasir) mendapat telfon dari pelanggan dari sebuah perusahaan yang dipesan melalui telfon. Akhirnya Karina menerima pesanan tersebut. Tak lama pesanan tersebut sudah siap untuk diantar, akhirnya Karina (kasir) memberikan kepada Kevin (kurir) untuk diantar ke alamat tersebut. Lalu Kevin (kurir) langsung bergegas pergi meninggalkan Karina (kasir) untuk mengantar pesanan tersebut.