KETERANGAN PROSES - PROSES
1.
Kedelai direndam dalam air pada
ember yang besar selama ± 6 jam. Catatan
: Tujuannya agar kedelai lebih lentur sehingga mudah digiling. Selain itu
perendaman bertujuan agar mempermudah pemilihan kedelai yang bagus, karena kedelai
yang busuk atau layu akan mengambang dengan sendirinya.
2.
Pencucian kedelai menggunakan air
mengalir. Pada tahap ini, kedelai yang mengambang dibuang.
3.
Catatan : Saat menggiling, kedelai dimasukkan bersamaan dengan
air mengalir yang keluar sedikit demi sedikit supaya mempermudah proses
penggilingan.
4. Kedelai yang
sudah halus dimasukkan dalam bak-bak terbuat dari semen yang didalamnya
dilapisi stainless dan dibawahnya terdapat tungku untuk selanjutnya direbus. Catatan : Perebusan dilakukan selama ± 40 menit.
5. Setelah
direbus, akan terbentuk seperti bubur kedelai cair. Kemudian dipindahkan ke
kain penyaring agar sari kedelai dapat terpisah dari ampasnya. Untuk
mempermudah, maka ditambahkan air sambil terus digoyang-goyangkan kain
penyaringnya. Ampas tahu akan tetap bertahan dalam kain sementara sari dari
kedelai akan ditampung dalam bak.
Catatan : Limbah ampas
tahu yang tertahan pada kain disingkirkan tetapi tidak dibuang, sedangkan sari
tahu dalam bak akan diolah lebih lanjut untuk menjadi tahu.
6.
Ø
Sari tahu yang ada dalam bak
kemudian akan ditambahkan biang/bibit (air tahu) secara terus menerus sambil perlahan
diaduk untuk memisahkan sari kedelai dari air biasa. Penambahan biang/bibit (air
tahu) bertujuan agar sari kedelai dalam bak dapat mengendap dan menggumpal
dengan baik.
Ø
Proses ini pun memakan waktu ± 20 menit sampai air akan terpisah dari sarinya. Setelah
itu air biasa tersebut akan disedot hingga terpisah dari sari kedelai.
Catatan
: Air ini tidak selanjutnya dibuang, melainkan digunakan untuk menjadi
biang/bibit (air tahu) pada proses diatas.
7.
Setelah sari kedelai menggumpal, gumpalan
itulah yang nanti sesudah dicetak akan menjadi tahu. Gumpalan tahu dituangkan
dalam kotak cetakan berukuran 60 x 60 cm² dan dibawahnya dialasi kain sutera.
Kemudian ditutup. Catatan : Proses ini berfungsi
untuk memberi bentuk pada produk tahu yang nantinya dihasilkan sekaligus untuk
meniriskan air yang masih tertempel pada sari kedelai tersebut. Lama
penyimpanan dalam cetakan ± 15 menit. Setelah tahu padat, penutup dibuka lalu
tahu di potong-potong dengan ukuran 4 x 4 cm.
8.
Kemudian tahu yang sudah tercetak
tersebut akan direbus di atas tungku selama ± 1 jam. Catatan
: Hal ini dilakukan untuk mengurangi kelembekan tahu. Sekaligus untuk menjadikan
tahu lebih tahan lama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar